Kamis, 27 Mei 2010
Rabu, 12 Mei 2010
NN -tanpa judul
*Tuhan itu mengerti segalanya.
“Dubrakk” seketika tubuh Ve jatuh tersungkur ke koridor sekolah. Segera anak-anak yang berada tak jauh dari Ve, mengerumuni tubuh jangkungnya.
“Ve…” teriak Manda sahabat sekaligus teman satu kelas Ve, yang seketika panik melihat kondisi Ve.
“Angkat Ve” pinta Manda kepada teman-temannya yang lain.
Ve pun segera di angkat menuju ruang UKS, tubuh lemasnya dibaringkan di tempat tidur berlapis kain putih bermotif bunga tulip .
“Ve bangun…” Ucap Manda sambil menatap muka pucat Ve.
“dasar anak kampung. Kenapa ini bisa terjadi ?” Tiba-tiba Miss Juwi, Asisten pribadi Ve telah berada tepat di belakang Amanda. Amanda sedikit agak kaget dengan kedatangan Miss Juwi.
“ehm…”
“Manda juga gak tau Miss, tiba-tiba Ve sudah pingsan dan tergeletak dilantai” jawab Ve sedikit agak gugup.
“kamu ini, sudah berapa kali saya peringatkan, kamu itu harus terus berada di dekat dia”
“kamu tau
Manda mengangguk tanda ia mengerti. Apa yang akan terjadi setelah ini ?.
“nah… itu kamu mengerti”
“ apa mau saya jelaskan lagi. Siapa Ve ini ?
“ Veta Derava Widastra”
“Anak Agung Widastra, pengusaha terkaya di tanah air
“udah stop, Miss. Manda udah tau” teriak Manda memotong pembicaraan Miss Juwi.
“Ve ini anak Boss-nya orang tua Manda. Orang tua Ve bisa melakukan apa saja. Mereka punya uang dan harta yang banyak. Termasuk membuang keluarga Manda dari rumah mereka”
“itu kamu tau, dasar kucing kampung” jawab Miss Juwi sambil menatap tajam kearah Amanda.
“kamu itu kucing centil, Miss Juwi yang cantik nan buruk rupa” tiba-tiba Kia hadir ditengah-tengah perseteruan Miss Juwi dan Amanda.
“hah …helooo”
“Kia ganteng, kamu itu seharusnya belaain Miss Juwi bukan kucing jelek ini” ucap Miss Juwi dengan centilnya.
“ayo Manda, gak usah dengerin ocehin nenek tua ini lagi” segera Kia mengangkat tubuh lemas Ve dan mengajak Manda untuk meninggalkan ruangan UKS.
“Kia… Kia” panggil Miss Juwi sambil berjalan mengejar Kia dan Manda.
“bodo…”teriak Kia sambil terus berlalu dari hadapan Miss Juwi, menuju kearah mobilnya.
“Kia, kita mau bawa Ve kemana?” tanya Manda dengan polosnya.
“kekuburan”jawab Kia singkat.
“ngomong apa lo tadi ?”tanya Manda sambil mengepal kedua tangannya.
“kerumah sakitlah, begoo…”
Manda pun sedikit agak lebih tenang mendengar ucapan Kia tadi. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Manda terus menatap kerah wajah Ve yang tampak pucat basi dan lemas tak berdaya.
“gue gak mau kehilangan Ve, tuhan”teriak Manda memecah keheningan.
“tuhan itu gak bego, Manda. Tuhan itu tau apa yang terbaik buat Ve sama hidupnya”jawab Kia bijak.
“gue tau Tuhan itu baik. Tuhan itu pinter, Tuhan itu tau segalanya. Tapi, Tuhan amat sangat jahat jika mengambil Ve dari kita” Manda menarik tangan Ve yang berada tepat di panggkuannya . Air mata Manda pun tak dapat ia bendung lagi. Sedikit demi sedikit tetesan air matanya jatuh mengenai pipi mulusnya.
“lo egois Manda, gue akuin gue gak mau kehilangan Ve, orang yang gue cinta”
“tapi gue jauh menderita kalo ngeliat Ve kesakitan kayak gini. Dia tersiksa, nda” Jawab Kia dengan refleks menginjak rem mobilnya.
“lo jahat, ki” Manda menangis sejadi-jadinya.
“gue gak jahat, gue cuma mau Ve gak kesakitan kayak gini terus”
“lo
“keluarga Ve udah lakuin itu, tapi hasilnya NIHIL”
Manda tertunduk lesu, mendengar penjelasan Kia tadi. Manda pun tak lagi berbicara selama perjalanan menuju rumah sakit.
*****
*Semua Butuh Ve
Waktu telah menunjukkan pukul 15.00 WIB, itu tandanya sudah empat jam Ve berada di ruangan
“tak..tak..tak” suara telapak kaki khas Agung Widastra semakin lama semakin terdengar jelas.
“om Agung” sapa Kia dengan senyuman terbaiknya.
“bagaimana keadaan Ve, Kia ?” tanya Pengusaha terkaya se
“Kami belum tau pasti, om. Dokter Anton belum kunjung keluar dari empat jam yang lalu” Jawab Kia sambil menginjak kaki Manda yang dari tadi tertidur pulas dengan pose yang tak pantas.
“aduh, sakit, bandot” teriak Manda kesal.
“Amanda”teriak Papi Ve.
“eh, tuan Agung. Maaf tuan, si Kia nih tadi nginjek kaki Manda” Jawab Via sambil mengeluarkan senyuman andalannya yaitu nyegir kuda .
“yasudah, kamu pulang saja kerumah ya. Kamu tampak lemas sekali” Ucap Papi Ve penuh perhatian.
“tapi, Ve…” kata Manda yang belum selesai berbicara sudah ditotong oleh Papi Ve.
“kamu tenang saja, ada Mami Ve yang menjaganya nanti”
“bukannya Nyonya ke Amerika,
“dia sudah tiba di
“hah ?” Manda kaget mendengar ucapan Papi Ve tadi.
“yaudah, Nda. Ayo kita pulang”Ajak Kia sambil menarik tangan Manda dengan sedikit agak kasar.
“Aku antar Manda dulu ya
“yasudah salam buat Papi kamu, Ki”
Kia dan Manda pun segera berlalu dari hadapan sang Milioner. Diperjalanan menuju parkiran Manda tak henti-hentinya mengagumi kekayaan keluarga Widastra.
“Kia, keluarga Ve ini memang kaya benar ya?” tanya Manda sambil berjalan dibelakang Kia.
“baru tau ya ? Kia balik bertanya dengan cueknya.
“huh, dasar Mister Cuek. Kenapa ya Ve mau sama kamu ?” ejek Manda sambil menjulurkan lidahnya.
“gak usah banyak oceh, ayo naik ke mobil”pinta Kia dengan garangnya.
“kalo gak kepaksa gak mau gue naik nih mobil” kata Manda didalam hatinya. Kia pun bergegas menuju ke mobil. Belum sempat ia menghidupkan mesin mobilnya, tiba-tiba suara ringtone handphone kia berbunyi nyaring.
*I love you, Kia
You’re my everything
I love you, Kia
You’re my everything
#Suara ringtone handphone #
My beloved girl, calling………
“siapa, ki?”tanya Manda heran
“Ve” Kia segera mengangkat telepon dari Ve
“yeah, Ve udah sembuh”
“yeyeyeye, horeee”teriak manda dengan senangnya.
In calling….
“Halo, Ve ?”
“iya, sayang”
“kenapa Ve ?” Kamu udah sadar sayang?”
“I need you, honey”
Segera Kia turun dari mobilnya dan bergegas berlari menuju ruang ICU, ruangan dimana Ve dirawat. Manda pun segera mengikuti langkah yang diambil Kia. Mereka berdua berjalan beriringan menuju ruangan ICU.
“Ve”sapa Kia sambil mencoba mengatur nafasnya.
“Akhirnya kamu siuman, Ve”Kata Manda sambil berjalan mendekati tubuh Ve.
“aku
“kami semua selalu butuh kamu, nak” Kata Papi Ve memotong pembicaraan.
“iya sayang, kamu pasti bisa”Sahut Mami Ve yang tiba-tiba sudah berada diruangan Ve dirawat.
“Mami…”Sapa Ve dengan raut wajah gembira.
“Mami tau Ve itu anak yang kuat” Senyum mami Ve pun tak terbendung lagi.
*****
belumm selesaiiii
Sabtu, 01 Mei 2010
ku gunakan akal sehat untuk membuat blog ini, (lho?)
ahahahhaha
ok,
CINTA
sekarang gue lagi doyaaan banget ngomongin tentang CINTA. Walau gue cuma remaja berusia 14 taun

